Selasa, 30 Juni 2020

Strategi mengajarkan Al-Qur'an anak usia dini

بسم الله والصلاة والسلام على رسول الله

Ilustrasi :

Pertama : Pak Ustaz, anak saya tidak mau diam, kalau dibacakan Al-Qur'an tidak mau anteng, gerak sana sini.

Solusinya : yah tidak apa anak gerak sana sini, insha Allah sambil gerak dia itu menghafal ( gaya belajar kinestetik )

Kedua : Pak Ustaz, anak saya tidak mau fokus, selalu saja melihat mainan dan main.

Solusinya : cari tempat belajar yang polos warna cat temboknya seperti putih dan tidak ada mainan di dalam ruangan belajar.

Ketiga : Pak Ustaz, anak saya selalu bilang bosan kalau sudah dengar Al-Qur'an, selalu bilang, lama sekali belajarnya, dan selalu bilanh capek.

Solusinya : diam sejenak, istirahat sebentar kemudian lanjut lagi. Ajak diskusi anak, ini hafalan abang sebentar lagi selesai, sabar yah. Bunda lanjut lagi yah dst

Keempat : Pak Ustaz, anak saya kalau sudah diajak teman-temannya main, langsung saja pergi keluar main sama teman-temannya dan tidak lanjut hafal lagi.

Solusinya : ditahan anaknya, ajak diskusi, boleh main, tapi selesaikan dulu hafalan abang, ini sebentar lagi selesai, nanti kalau sudah selesai menghafalnya, abang dapat es krim dan boleh main.

Kelima : Pak Ustaz, ini anak saya sudah banyak hafalannya, bagaimana menjaga hafalannya.

Solusinya : caranya, semua hafalan wajib selesai diulang selama sepekan. Misal punya hafalan 10 juz, berarti wajib mengulang hafalan setiap harinya 1.5 juz dan seterusnya sembari nambah hafalan baru. Buat jadwal ziyadah dan murojaah yang teratur, insha Allah hafalan ananda akan kuat. Amin

Di atas adalah ilustrasi masalah yang sering dihadapi orangtua di rumah ketika membersamai ananda menghafal al-Qur'an di rumah juga disertai solusi yang saya tawarkan.

Strategi mengajari usia balita menghafal al-Qur'an di rumah :

Pertama : memiliki program dan metode yang tersusun dalam mengajarkan al-Qur'an pada ananda agar target yang diinginkan tercapai dan kalau tidak tercapai bisa dievaluasi juga sebagai dokumentasi rekam jejak anak selama menghafal. Jika ingin program menghafal al-Qur'an di rumah yang sudah disusun oleh Markaz Hanan bisa hubungi no hp : 085706201238

Kedua : kenali gaya belajar anak. Ada 3 karakteristik belajar anak, pertama : gaya belajar audio, kedua gaya belajar visual, ketiga gaya belajar kinestetik. Jika anak menonjol di salah satu gaya belajar, terus fokus di gaya belajar tersebut. Namun sepengetahuan saya selama bersama anak-anak, biasanya anak kecil itu mencakup 3 gaya belajar sekaligus, audio, visual dan kinestetik. Guru yang baik adalah mampu menggabungkan gaya belajar itu dalam satu waktu, insha Allah bisa.

Ketiga : sabar selama menemani ananda belajar

Sabar disini saya bagi dua, sabar pasif dan sabar aktif.

Sabar pasif artinya orangnya penyabar tapi tidak mengajak. Sabar lihat anak belajar sambil bermain terus menerus, sabar melihat anak tidur sedangkan tugas hafalan belum diselesaikan.

Sedang sabar aktif artinya orangnya penyabar tapi selalu mengajak dengan intonasi rendah bukan dengan intonasi tinggi atau marah. Kalaupun harus marah tidak mengapa tapi menggunakan bahasa yang positif karena anak kecil tidak mengerti apakah nada kita lagi marah atau tidak. Contohnya, kalau melihat anak ketika menghafal masih main terus seharusnya ditegur dengan bahasa santun dan diberikan pengertian terus menerus sampai anak menurut.

Demikian strategi yang dapat saya tulis, jika bermanfaat silahkan share, like dan berikan komentar, agar tulisan ini menjadi lebih baik.
Kepada Allah saya mohon ampun, semoga menjadi amal jariyah bagi penulis dan bagi teman-teman yang menyebarkan kebaikan ini. Amin

Penulis : Ust. Sunario, Lc
Pimpinan Markaz Hanan
Sekolah Tahfizh Balita dan Anak Karawang

#hafalusiadini
#yukbelajartahfizhdimarkazhanansaja

Senin, 29 Juni 2020

Menjaga keistiqamahan

Bag 1

بسم الله والصلاة والسلام على رسول الله

Apa kabar ayah bunda ?
Semoga dalam keadaan sehat selalu juga istiqamah membersamai ananda menghafal di rumah. Amin

Saya doakan, semoga yang membaca tulisan ini, selalu mendapat kemudahan dalam mengajarkan Al-Qur'an kepada buah hatinya dan terwujud cita-citanya mendapat anak hafizh dan hafizhah usia dini. Amin

Istiqamah itu dari kata إستقام - يستقيم - إستقامة artinya konsisten dan komitmen. Jika kata istiqamah diurai إستقام  berasal dari kata قام yang artinya berdiri. Dan kata قام mendapat imbuhan إست  kalau dalam ilmu sharf nya masuk timbangan إستفعل yang mengandung arti meminta. Jika dilihat dari segi bahasa قام artinya berdiri jika ditambah imbuhan إستقام artinya meminta berdiri atau jika diartikan sesuai bahasa menjadi komitmen atau konsisten tetap tegak berdiri tidak goyah.

Nah, setelah paham asal usul kata istiqamah, berarti sudah ada gambaran bahwa namanya menegakkan sesuatu agar tidak goyah ibarat pohon besar tetap tegak tidak terbang terbawa angin maka pohon itu pondasi batang dan akarnya harus kuat, banyak dan menembus ke dalam tanah. Jika diibaratkan istiqamah seperti pohon besar yang tegak maka perlu disiapkan alat-alatnya, diantaranya :

1. Ada akar besar tapi perbanyak akar kecil dan sehingga kokoh ( hafal sedikit demi sedikit )

Maksudnya, jika target hafalan sehari 1 halaman ( kita ibaratkan 1 halaman itu akar besar ) kemudian dipecah menjadi beberapa bagian-bagian kecil, itu dinamakan akar kecil. Nah bisa jadi 1 halaman itu terdiri 12 baris sampai 15 baris, kemudian hafalan 1 halaman ini bisa dibagi menjadi 1 baris sekali hafal atau dua baris sampai 15 baris.

2. Tetapkan jadwal dan durasi waktu menghafal

Maksudnya, anda harus membuat jadwal menghafal yang tidak bertabrakan dengan kegiatan anda agar proses menghafal berjalan lancar. Ibarat jadwal penerbangan yang sudah jelas jika datang telat maka akan ditinggal. Kemudian durasi waktu menghafal juga dibuat sesuai dengan kemampuan anda dalam menghafal dan fokus, minimal 10 menit maksimal 30 menit, usahakan komitmen dengan durasi waktu, jika telah berlalu 10 menit namun tidak hafal, yah sudah istirahat, nanti lanjut lagi pada jadwal selanjutnya.

Ingat rumus pertama :

Menghafal sekarang artinya proses masuk hafalan
Diulang nanti malam artinya menyusun hafalan
Diulang besok artinya menguatkan hafalan
Semakin banyak pengulangan artinya semakin kuat hafalannya

Rumus kedua

Mendengar aku lupa
Melihat aku ingat
Melakukan aku bisa

3. Berkomunitas

Maksudnya jika sendirian kita lemah karena mudah digoda syaithan ibarat kambing hidup sendiri mudah dimangsa serigala, namun jika bergerombol dan satu komunitas, kita akan kuat, saling mengingatkan visi misi kita berada di komunitas ini.

4. Perbanyak doa

Maksudnya, karena doa itu ibarat senjata. Dan yang punya hati adalah Allah maka diharuskan perbanyak doa kepada Allah sang pemilik hati dan pembolak balik hati.

 اللهم يا مقلب القلوب ثبت قلبي على طاعتك
اللهم يا مصرف القلوب ثبت قلبي على دينك

5. Kerjakan terus menerus walau sedikit walau kadang ada bolosnya

Maksudnya, jika suatu saat anda tidak istiqamah dikarenakan lagi malas, sibuk, boring dan sebagainya, tetaplah mengerjakan walau hanya sedikit dari target jadwal yang direncanakan.

Rasulullah saw bersabda :
إن أحب الأعمال إلى الله أدوامها وإن قل
 Artinya :
Sesungguhnya amalan yang paling Allah cintai adalah dilakukan terus menerus walau sedikit

Itulah sedikit falasafah istiqamah yang saya pahami dan saya praktekkan kepada anak saya dan anak didik saya di markaz, jika menghafal nya istiqamah maka akan ada hasilnya walaupun masih terlihat sedikit, tapi insha Allah akan selesai sesuai dengan jadwal yang sudah dibuat. Amin


Penulis : Sunario, Lc
Pimpinan Markaz Hanan
Sekolah Tahfizh Balita dan Anak Karawang


#markazhanankarawang
#hafizhusiadini
#ayosekolahtahfizhdimarkazhananaja
Proses Belajar dan Mengajar di  Rumah

Bag. 1

بسم الله والصلاة والسلام على رسول الله صلى الله عليه وسلم
Apa kabar ayah bunda ?
Semoga tetap sehat, semangat selalu dan cita-cita punya anak hafizh usia dini terwujud. Amin

Baik pada kesempatan ini, saya akan bahas step by step belajar dan mengajar al-qur'an pada ananda di rumah.
Biar agak nyantai, membacanya bisa sambil ngemil, jika butuh konsentrasi buat memahami tulisan ini, bacalah sekali dan renungkan. 

Metode pertama : Ajarkan anak sedikit demi sedikit dan berulang-ulang.
Misalnya, hari ini ayah bunda ingin menghafal Al-Qur'an surat an-Naba 40 ayat. Jika menghafalnya sehari satu ayat berarti butuh waktu 40 hari. Caranya: 
Pertama: satu ayat didengarkan min seratus kali, semakin banyak didengar semakin bagus. 
Kedua: ibu membacakan ke anak sebanyak 50 kali sambil anak mengikuti, dan ibu perbaiki bacaan anak.
Ketiga: anak setoran kepada ayah bunda

Metode kedua : Setiap yang dihafal akan selalu diingat tapi butuh waktu untuk melihat hasilnya.
Misalnya, ananda sudah mendengar, membaca dan menghafal selama sepekan tapi kok belum kelihatan kuat hafalannya, terkadang masih dibantu diawali dan diingatkan. Itu namanya proses memasukkan file ilmu ke dalam memori otak dan disusun sesuai hafalan yang kemudian baru dikeluarkan hasil hafalan dengan setoran yang kuat, artinya proses itu dinamakan loading. Seperti halnya kita memindahkan file-file video ke flasdish maka ada proses yang dinamakan loading hingga selesai 100% baru bisa terlihat dan dibaca.
Contoh ananda hanan menghafal 5 ayat awal juz 4 butuh waktu 2 hari dan untuk mutqin butuh waktu 2 pekan, tapi proses menghafal tetap jalan, karena hafalan semakin diulang semakin kuat.

Metode ketiga : Selain menghafal, makanan anak tetap terjaga.
Kenapa makanan saya masukkan sebagai proses menghafal, karena makanan sangat berpengaruh. Sebelum menghafal, pastikan kondisi anak sudah siap, seperti sudah mandi, makan dan tempat. Usahakan ketika anak menghafal tidak dalam keadaan lapar maupun kenyang. Misal pagi, makanlah buah-buahan karena perut kosong sangat bagus makan buah dulu karena kalau makan nasi, proses tubuh semakin berat mengakibatkan anak jadi lemas dan mengantuk. Pilihlah menu makanan yang sehat dan menyehatkan agar proses menghafal ananda menjadi lancar.

Demikian proses menghafal bag 1, insha Allah akan dilanjutkan proses menghafal bag 2, tetap menyimak tulisan saya yah, semoga bermanfaat.

Penulis : Sunario, Lc
Pimpinan Markaz Hanan
Sekolah Tahfizh Balita dan Anak Karawang

#markazhanankarawang
#hafizhusiadini







Minggu, 28 Juni 2020

Bagaimana Caranya Memiliki Anak Hafizh Usia Dini Meskipun Sekarang Anda Bukan Seorang Hafizh/ah.

بسم الله والصلاة والسلام على رسول الله

Jika melihat tayangan hafizh ciliki RCTI, hampir semua penonton kagum dan bangga dengan penampilan anak-anak usia dini mampu hafal Al-Qur'an. Terbersit di hati setiap orang tua juga ingin memiliki anak hafizh Qur'an. Menjadi jalan inspirasi dan motivasi channel hafizh cilik RCTI bagi ibu-ibu muda di seluruh Indonesia untuk mencari lembaga yang memiliki program tahfizh. Alhamdulillah, lembaga tahfizh usia dini mulai menjamur dan banyak sekali, ibarat di dalam satu kampung bisa jadi ada 3 lembaga tahfizh usia dini, padahal di masa tahun 90 an mungkin lembaga tahfizh usia dini tidak ada kecuali hanya tempat buat mengaji anak-anak.
Fenomena baik ini haruslah tetap dijaga dan dibina agar hasil yang diharapkan terwujud. Banyak lembaga tahfizh usia dini berlomba-lomba memberikan metode tahfizh kepada orang tua sebagai pengetahuan bagaimana cara mendidik usia dini agar hafal al-Qur'an. Ada yang memberikan ilmu nya dalam bentuk kulwap, seminar online baik gratis maupun berbayar. Dan orang tua mulai semakin terbuka pengetahuannya tentang ilmu mendidik usia dini.
Nah, di sini juga saya ingin berbagi tips dan pengalaman saya sebagai orang tua yang masih punya balita umur 9 bulan dalam kandungan, anak kedua umur 1 tahun, anak ketiga umur 2 tahun dan anak keempat umur 5.5 tahun, juga saya sebagai pimpinan Markaz Hanan Sekolah Tahfizh Balita Karawang, mohon doanya para pembaca budiman semoga anak saya dan anak didik saya bisa menjadi hafizh dan hafizhah. Amin
Ada 3 tahapan yang harus dilalui orang tua yang ingin memiliki anak hafizh usia dini seperti anak-anak yang tampil di acara hafizh cilik RCTI. Apa saja tahapan-tahapannya :

1. Tahapan Pertama Memulai

Pada tahapan ini, orang tua langsung saja memulai ketika sudah ada niat mengajarkan al-qur'an kepada anak sejak usia dini. Jangan menunda kebaikan, jika niatnya benar, insha Allah ada jalannya. Banyak pada tahapan ini, orang tua tidak berani memulai karena merasa masih awam, akhirnya ia putuskan untuk mendelegasikan tugas menghafal ini kepada guru atau lembaga. Tidak salah dengan keputusan ini karena merasa tidak mampu dan punya ilmu, jadi butuh pihak kedua untuk membantu. Terus apa masalahnya ?
Masalahnya, pada tahapan memulai ini, orang tualah yang harus menemani anak belajar di rumah dengan berbagai sumber illmu seperti buku dan murottal. Sedangkan untuk orang tua zaman sekarang berfikirnya menjadi simpel mungkin karena kedua orangtuanya sibuk bekerja jadi belajar cukup di lembaga bersama guru, apalagi kalau lembaganya sudah punya nama, tapi apa yang terjadi jika anaknya tidak bisa hafal ? Tentu kecewa dengan lembaga dan gurunya. Padahal langkah anak belajar di lembaga merupakan tahapan ketiga, jadi mulailah dari tahapan pertama yaitu tahapan mengerjakan sendiri semuanya agar orangtua mengerti step by step menghafal dan mampu mengenali karakter belajar anak. Jika pada tahapan memulainya sudah benar, maka ketika anak belajar di lembaga hasilnya akan jauh lebih cepat dan tidak memerlukan waktu lama. Karena orang tua dan lembaga bisa bekerjasama juga orangtua sudah memiliki pengalaman bersama anak. Jika ditanya, berapa lama waktu yang dibutuhkan dari tahapan pertama hingga tahapan ketiga ? Kalau dari pengalaman saya sekitar 2 - 3 tahun. Jika ayah bunda memulainya dari usia anak umur 2 tahun maka silahkan belajar di lembaga di umur 4 atau 5 tahun, karena di usia itu anak sudah mulai mandiri.

2. Tahapan Kedua : Mengelola Jadwal

Pada tahapan ini, ayah bunda mulai mengelola jadwal belajar anak dan menyusunnya dengan rapi, juga usahakan anak mulai mematuhi jadwalnya. Jika pada tahapan pertama, memulai. Mulai mendengarkan lantunan alqur'an setiap hari dengan cara diulang-ulang, sampai anak mulai terbiasa dengan bahasa alqur'an dan suara syaikhnya. Nah, pada tahapan kedua ini, anak mulai dilatih belajar sesuai jadwal dan target. Berapa ayat target yang harus didengar, dibaca dan dihafal dan kapan saja waktunya ?
Pengalaman saya di rumah, jadwal belajar anak dibagi 3 waktu dengan 3 kegiatan belajar yang berbeda, contohnya :
1. Waktu pagi karena masih fresh khusus menambah hafalan
2. Waktu siang sampai sore khusus mengulang/murojaah hafalan lama
3. Waktu malam khusus mengulang/murojaah hafalan yang tadi pagi.

Filosofinya : hafalan yang tadi pagi atau hari ini jika tidak diulang malamnya maka besok sudah lupa lagi. Dan hafalan lama jika tidak diulang setiap harinya atau jumlah hafalan lama diulang habis selama sepekan maka hafalannya akan lemah.

3. Tahapan Ketiga : Berkembang

Pada tahapan ini, ayah bunda sudah mulai mengetahui perkembangan hafalan anak dari proses perjalanan ayah bunda yang mengajar dan setiap proses ayah bunda harus dokumentasikan, kenapa ? Dokumentasi perjalanan hafalan anak sangat penting untuk evaluasi di tahapan ketiga ketika ayah bunda menyekolahkan anak di lembaga. Jadi nanti ayah bunda bisa melihat grafik belajar anak di tahap pertama, kedua dan ketiga, apakah anak selama belajar di lembaga pencapain hafalannya meningkat atau turun. Dan ayah bunda bisa berdiskusi atau bekerjasama dengan lembaga juga guru, agar hasil yang diharapkan terwujud.
Jika step by step ini dijalankan dengan baik dan benar maka perkembangan hafalan ananda akan semakin baik, dari sisi kekuatan hafalan semakin mutqin juga dari sisi bacaan semakin bagus.
Demikian 3 tahapan mengajarkan al-Qur'an usia dini, untuk proses dan cara mengajarkannya insha Allah akan dibahas pada tulisan berikutnya.
Jika tulisan ini bermanfaat, silahkan di share, di like dan di komentari

Penulis : Sunario, Lc
Pimpinan Markaz Hanan
Sekolah Tahfizh Balita dan Anak Karawang


#hafizhusiadini
#markazhanankarawang

Sabtu, 27 Juni 2020


Anak rumahan
Ingin hafal qur'an sejak usia dini, siap2 menjadi anak rumahan. Mengapa ?
Karena menghafal itu proses dan memerlukan waktu juga kesabaran. Jika anak dibiarkan bermain di luar, dia akan kecanduan untuk terus keluar dan menghabiskan waktunya bermain di luar, akibatnya waktu anak menghafal jadi berkurang, pantaun hafalan jadi sedikit dan lambat laun menjadi malas menghafal karena hafalannya tidak nambah-nambah dan tidak mampu menyelesaikan hafalannya.
Kalau target hafalannya 1 juz, mungkin waktu yang diperlukan sedikit dan anak masih bisa bermain di luar tapi bagi orang tua yang memiliki target hafalan 30 juz buat buah hatinya sebelum usia 7 tahun, maka itu memerlukan proses perjuangan kesabaran yang luar biasa serta waktu yang tidak sedikit.
Ilustrasi hafal 1 juz dan 30 juz :
1. Jika targetnya 1 juz, misal juz amma
Jika kita totalkan jumlah ayat yang terdapat di dalam juz amma hanya berjumlah 560 ayat dari surat an naba - surat an naas. Bila anak ditarget menghafal sehari 1 ayat saja, maka untuk menyelesaikan juz amma hanya memerlukan waktu sekitar : 560 - 365 = 195 hari : 30 = 6 bulan 15 hari, berarti totalnya 1 tahun 6 bulan 15 hari.
Contoh menghafal 1 ayat yang terdapat dalam surat an naba pada ayat pertama : عم يتساءلون
Jika dibaca hanya memerlukan waktu sekitar 5 detik, diulang 100 x berarti sekitar 500 detik : 60 menit = 8 menit 40 detik. Jika diulang 100 x insha Allah hafalan anak akan kuat, dan anak boleh bermain, jadi proses menghafalnya tidak lebih 10 menit setiap hari, jika rutin setiap hari dihafal dengan cara yang sama, insha Allah tidak lebih dari 1 tahun 6 bulan 15 hari anak uda selesai hafal juz amma.
2. Tapi jika targetnya 30 juz, bagaimana waktunya ?
Jika mushaf/al-qur'annya yang digunakan berjumlah 604 halaman dan target hafalan hatiannya sehari 1 halaman berarti waktu yang dibutuhkan sekitar 604 - 365 = 239 : 30 = 7 bulan 29 hari, totalnya 1 tahun 7 bulan 29 hari.
Jika kita bandingkan hafalan 1 juz vs hafalan 30 juz sesuai ilustrasi di atas, selisihnya kurang lebih 2 bulan.
Namun proses menghafalnya membutuhkan waktu yang lama, contoh untuk membaca 1 halaman memerlukan waktu kurang lebih 3 menit jika diulang 100 x berarti sekitar 300 menit atau 5 jam. Jadi anak fokus menghafal sekitar 5 jam agar hafalannya kuat. Dan waktu anak habis buat belajar di rumah sedangkan waktu bermain di luar jadi sedikit bahkan tidak ada.
Apakah kita terlalu memaksa anak usia dini untuk belajar padahal mereka masih anak-anak yang seharusnya waktunya habis  untuk bermain?
Yah mindset nya harus diubah, karena bermain tidak mesti di luar, di rumah juga bisa bermain, dan bermain di rumah lebih aman secara karakter anak ketimbang bermain di luar, anak biasanya cenderung mengikuti ucapan dan gaya teman2nya.
Semuanya adalah pilihan, fokus 1 juz atau fokus 30 juz ?
Itu baru ilustrasi fokus menambah hafalan belum dimasukkan waktu buat murojaahnya. Karena menghafal al-qur'an bukan pada menambah hafalan setiap hari sampai selesai lalu berhenti tapi intinya ada pada murojaah yaitu menjaga hafalan tetap terjaga dan kuat. Untuk proses murojaahnya dan metode serta program apa yang cocok untuk menghafal di rumah, silahkan hubungi : 085706201238
Penulis : Ust. Sunario, Lc ( Pimpinan Markaz Hanan Sekolah Tahfizh Balita dan Anak Karawang )
#hafalsejakusiadini
#belajarsejakdini
#markazhanankarawang
Silahkan dishare, semoga bermanfaat

Jumat, 26 Juni 2020

Belajar Sejak Usia Dini

Berbagi Ilmu :

Menghafal di waktu kecil

ketika akal anak sudah mulai bekerja dan memiliki kemampuan sehingga dia mampu melihat dan menginginkan sesuatu yang unggul di dunia ini, maka itu berarti menunjukkan dangkalnya pemahamannya, mengapa?

karena siapa saja yang akalnya sudah dapat berjalan normal, maka akal itu akan memberinya petunjuk menuju Sang Pencipta, yakni bahwa dia harus menaati-Nya dan melaksanakan perintah-Nya, sehingga dia ingin mendekatkan diri kepada-Nya. Dia mengetahui secara pasti bahwa dirinya takkan dapat mendekati Allah swt melainkan dengan ilmu dan amalan, sehingga dia akan mencari ilmu dengan sendirinya tanpa harus disuruh dan diajak terlebih dahulu. Anda akan melihat dia menuntut berbagai ilmu hingga mencapai puncaknya. Selanjutnya, ilmu yang dia dapatkan akan menghasilkan sikap zuhud terhadap dunia dan menghasilkan berbagai perbuatan utama, hingga akhirnya dia naik pada derajat cinta Allah swt. Dari situlah kesempurnaan akan didapatkan. Allah swt berfirman:
وَلَقَدْ ءَاتَيْنَآ إِبْرَٰهِيمَ رُشْدَهُۥ مِن قَبْلُ وَكُنَّا بِهِۦ عَٰلِمِينَ

Dan sesungguhnya telah Kami anugerahkan kepada Ibrahim hidayah kebenaran sebelum (Musa dan Harun), dan adalah Kami mengetahui (keadaan)nya.

inilah karakter yang mahal harganya. mengapa? sebab dia tidak lagi memerlukan orang lain untuk memotivasinya beramal. Cita-citanya terus berjalan walaupun dia sedang duduk. Jadi kondisi anak itu berbeda-beda, ada anak yang memerlukan motivasi, dan ini adalah kondisi mayoritas anak. adapula sebagian kecil dari mereka yang hanya perlu diingatkan dengan peringatan ringan. Adapula sebagian lainnya yang susah dibimbing, sehingga pengajar harus memaksanya, karena anak tidak mau berlatih.

Anak adalah anugerah dan karunia dari Allah swt, maka hendaklah bersungguh-sungguh mengurusnya, karena taufik Allah swt tersembunyi di belakang hal itu. Sebaiknya orang tua membiasakan anak untuk menjaga kebersihan dan kesucian dirinya, serta membekalinya dengan adab dan etika. Ketika anak itu sudah berusia 5 tahun, hendaklah dia sudah dididik untuk menghafalkan ilmu. Sesungguhnya menghafal di waktu kecil itu bagaikan mengukir di atas batu. Ketika seorang anak sudah menginjak usia dewasa sedang dia belum mempunyai dorongan yang kuat untuk mencari ilmu, maka tidak ada kejayaan baginya.

Selasa, 02 Juni 2020

Penerimaan Santri Baru Markaz Hanan 2020-2021



silahkan ayah bunda yang ingin mendaftarkan anaknya hafal al-qurán plus sekolah TK nya, alhamdulillah Markaz Hanan membuka pendaftaran santri baru tahun ajaran 2020-2021, mulai tanggal 2 Juni 2020 - 30 Juni 2020, untuk informasi lebih lanjut, hubungi : 085706201238