Selasa, 30 Juni 2020

Bagaimana Cara Menambah Hafalan Dengan Baik dan Benar

Bagaimana cara menambah hafalan yang baik dan benar

Bag 1

بسم الله والصلاة والسلام على رسول الله

Apa kabar ayah bunda ?
Semoga dalam keadaan sehat wal afiat juga selalu setia membaca tulisan-tulisan di blog ini. Amin

Banyak sekali pertanyaan seputar, bagaimana cara menambah hafalan terus menerus hingga cepat selesai dan hafalan kuat?

Ilustrasi pertanyaan di atas sering kita dengar dan sering kita melihatnya. Contoh, ketika sekolah dan pada masa ujian biasanya siswa baru belajar materi semalam buat ujian besok, istilahnya SKS, sistem kebut semalam. Secara hafalan besoknya bisa dibuktikan dengan menjawab soal-soal ujian dengan baik dan benar. Dan sistem belajar seperti ini tidak ada yang salah, dan harus dikembangkan. Maksudnya, jadikan hari-hari anda adalah untuk menghadapi ujian, dengan otomatis anda akan selalu menghafal materi buat ujian besok.

Mungkin tidak konsep ujian setiap hari bisa meningkatkan kemampuan dalam menghafal Al-Qur'an 30 juz mutqin ?

Sebelum saya jawab, mari kita lihat program menghafal dengan jangka waktu pendek yang marak diadakan, seperti karantina menghafal juz amma selama sepekan, karantina menghafal 30 juz selama sebulan atau 6 bulan ?

Pertanyaannya, apakah hafalannya kuat ?

Ini yang selalu ditanyakan, anak saya pernah ikut karantina menghafal 30 juz sebulan secara setoran, bagaimana cara menjaga hafalan setelah karantina ?

Filosofi karantina artinya kegiatan menetap di suatu tempat untuk menyelesaikan misi sesuai dengan target yang ditentukan. Jika dipahami menghafal sistem karantina sebenarnya sangat bagus karena selama karantina minimal sebulan, anda dilatih untuk membentuk kebiasaan baru dalam menghafal. Jika dikarantina, jadwal menghafal anda sangat padat dari pagi sampai malam dan berhasil menghafal satu juz berarti kebiasaan menghafal ini seharusnya tetap berlanjut di luar karantina. Sebab itu, perlu diberi pemahaman pada anggota karantina, menghafal itu hanya sekali tapi mengulang hafalan sampai mati. Kalau konsep karantinanya seperti ini, insha Allah hafalan setor 30 juz semasa karantina tetap terjaga dan anak akan selalu mengikuti kebiasaan menghafal seperti di karantina.

Ok, karena karantina tidak punya kegiatan apa-apa selain menghafal, bagaimana dengan kita yang sehari-hari memiliki kesibukan ?

Setiap orang memiliki waktu yang sama yaitu 24 jam tapi kenapa kesuksesan orang berbeda-beda, ini disebabkan tidak semua orang mampu mengelola waktunya. Seperti bisnis, pencapain hasil omzet bisnis A dengan bisnis B berbeda karena cara kerja dan mengelola bisnisnya tidak sama.

Bagi kita yang memiliki banyak aktifitas di luar misalnya, berarti ambillah waktu 30 menit sebelum beraktifitas buat menghafal.

Kapan waktunya ?

Pertama : 30 menit sebelum atau sesudah shalat shubuh ( nambah hafalan )

Kedua : 30 menit pada waktu istirahat siang sebelum makan ( murojaah hafalan lama )

Ketiga : 30 menit sebelum tidur ( murojaah hafalan pagi )

Jika rutin dilakukan setiap hari, insha Allah akan terbentuk kebiasaan jika tidak murojaah ada sesuatu yang hilang. Setiap orang sibuk tentu akan mengalami titik jenuh dan salah satu obat mujarrab untuk menghilangkan titik jenuh dengan kembali ke nol yaitu membaca al-Qur'an.

Jadi dari kesimpulan cerita diatas, dapat diambil intisari bagaimana cara menambah hafalan yang baik dan benar.

Pertama : jadikan momen ujian buat memicu hormon andrenalin naik sehingga semakin semangat untuk terus menambah hafalan

Kedua : aturlah waktu antara menambah hafalan dan mengulang hafalan

Ketiga : selalu membiasakan diri, dimanapun dan sesibuk apapun untuk tetap selalu murojaah hafalan

Semoga berbagi tips kali ini bisa memberikan manfaat dan semangat terutama bagi penulis sendiri, dan para pembaca setia pada tulisan-tulisan saya. Tulisan ini belum sempurna dan masih banyak kekurangan, silahkan berikan masukan dan kritikan, bisa ke email : markazhanan@gmail.com atau hubungi : 085706201238


Penulis : Ust. Sunario, Lc
- Alumnus Universitas Azhar Cairo-Mesir 2003 - 2011
- Pimpinan Markaz Hanan ( Sekolah Tahfizh Balita dan Anak Karawang )
- Kepala TKQ Markaz Hanan
- Penemu Program Menghafal Al-Qur'an di Rumah khusus balita dan anak

#hafizhusiadini
#yukngajidimarkazhanansaja


Tidak ada komentar:

Posting Komentar